Pengalaman SBMPTN

Hallo balik lagi sama gue di blog gue. kali ini gue mau bicara tentang SBMPTN.

PTN dan PTS. apa sih PTN dan PTS itu. PTN itu sendiri adalah Perguruan Tinggi Negeri seperti Universitas Indonesia,ITB,IPB,UB,dll. PTS sendiri adalah Perguruan Tinggi Swasta seperti Binus University,Universitas Trisakti,Dll.

Di Indonesia,kebanyakan dari masyarakatnya mewajibkan anaknya untuk masuk ke PTN Favorite, saya juga tidak tau kenapa karena saya juga mengalaminya,Orang Tua saya menyuruh saya masuk ke Universitas Indonesia dan bisa dibilang saya diwajibkan untuk masuk PTN. saya dituntut untuk belajar lebih giat,lebih tekun. saya pun di masuki ke salah satu tempat les untuk masuk ke PTN favorite dengan harapan saya masuk ke salah satu PTN favorite. ya saya masuk termasuk ke bagian anak dengan nilai dibawah rata rata dengan presentase nilai 23% dari 100% nilai. pada TO pertama, saya cukup senang karena presentase nilai saya naik ke 27% dari 100%,pada TO kedua saya aga kecewa dimana saya mendapat nilai 25% dari 100%. dan pada TO ketiga turun ke 20%. saya pun sedikit frustasi dikarenakan nilai to saya yang terus menurun. saya pun bertanya kepada kaka saya,guru guru pengajar di les apa yang bisa saya lakukan untuk menambahkan nilai saya. mereka pun memberikan kunci atau bisa dibilang shortcut untuk bisa dibilang memperbaiki nilai SBMPTN kalian. yaitu dengan mempelajari TKPA-nya. TKPA itu seperti tes IQ atau kecerdasan dasar. saya pun membeli buku TKPA yang bertulis 99% lulus TKPA SBMPTN. saya tidak tahu itu bohong atau tidak tapi saya tetap membelinya (korban). saya mendalami TKPA itu sendiri dalam waktu bisa dibilang 2 bulan. dan bisa dibilang saya lumayan kaget. pada waktu mendekati SBMPTN,sistem penilaian SBMPTN diubah,dengan jawaban salah mendapat nilai 0 dan nilai yang benar dikategorikan 4 point jika yang jawab benar dikit,dan point 2 jika sedang,dan 1 jika banyak yg menjawab benar ( kalau ga salah ).

saya pun bisa dibilang mendapati nilai saya naik secara signifikan dengan presentasi nilai 48% dari 100% pada TO ke-empat,pada TO ke-lima naik ke 51% dari 100%,dan pada TO terakhir 57% dari 100%. dan setelah TO terakhir saya berfikir,"ah sudahlah ngapain belajar lagi.nilai udah tinggi. optimis aja pasti dapet PTN" dan benar saya menghabiskan waktu-waktu terakhir dengan bermain game. dan sekarang saya menyesalinya wkwkw. pada saat SBMPTN saya pun dengan optimis mengerjakannya dengan sekali mengerjakan tanpa mengecek ulang apakah udah benar jawaban saya.

Pada Saat Pengumuman SBMPTN. Hati saya Deg-degan,otot saya lemas,dan air mata keluar pada saat saya mengetahui dimana saya tidak Keterima dalam SBMPTN ini. dan disaat bersamaan,teman-teman saya pada memposting / share hasil SBMPTN-nya melalui media sosial. saya pun tambah lemas,saya memberitahu Orang Tua saya,kakak-kaka saya bahwa saya tidak masuk SBMPTN. dan mereka bilang dengan muka kecewa "yaudah coba yang lain,masih ada seleksi mandiri". dengan perasaan Sakit hati tidak keterima di SBMPTN dan minimnya motivasi belajar dikarenakan gagal. saya pun juga tidak keterima di seleksi mandiri manapun. saya sudah kehilangan motivasi. sudah tidak tau kemana. saya pun bilang,Gap year aja. tahun depan aku coba lagi. tetapi orang tua saya bilang,daripada kamu Gap Year tapi nantinya kamu cuma main Game,sudah kamu masuk Swasta aja yang bisa dibilang itu Swasta dengan Biaya Mahal,saya pun sebenernya tidak mau masuk atau bisa dibilang sengaja tidak mendaftar dan pada hari H-1 kaka saya bilang " Dimanapun kamu belajar,kalau emang kamu niat. Sukses ditangan." saya pun mendaftar di Perguruan Tinggi Swasta Binus University dengan perasaan berat hati. dengan hati yang masih beraharp di Universitas Indonesia.

Pesan dari gue adalah,Setinggi apapun nilai lo,Sepintar apapun lo,tetep terus belajar. jangan seperti gua yang sudah hura hura dengan nilai TO SBMPTN tinggi diatas rata-rata. dan juga kalo bisa terus berdoa kepada Tuhan,bukan dengan maksud meminta untuk diterima di PTN,tetapi dengan meminta untuk didekatkan kepada Tuhan. dan minta doa Orang Tua lo.

Sekian Sharing dari gue,semoga bermanfaat
Auf Wiedersehen

Comments